Jumat, 04 Desember 2015

Mengenal Gejala Dan Penyebab Bronkitis Pada Anak


Bronkitis merupakan penyakit yang tidak berbahaya. Namun jika tidak ditangani dengan baik maka akan menjadi satu penyakit yang serius. Bronkitis adalah penyakit pernapasan yang diakibatkan peradangan di bagian selaput lendir pada saluran paru-paru. Selaput lendir menebal dan membengkak sehingga saluran kecil di bagian paru-paru menyempit. Hal ini berakibat sesak napas dan batuk berdahak.

Bronktis biasanya karena infeski virus atau bakteri yang sering terjadi di udara yang lembab. Ada pemicu lain yang menyebabkan orang mengidap bronkitis. Mulai dari merokok, menghirup gas, asap, debu atau karena komplikasi penyakit lain, seperti campak, tipus dan batuk.

Penyakit ini bukan hanya mengidap pada orang dewasa gejala dan penyebab bronkitis pada anak juga sering terjadi. Gejala awal yang terjadi adalah batuk berdahak bercampur darah, bengkek, mudah lelah, infeksi di saluran pernapasan. Bengkak pada kaki, telapak tangan, wajah, sakit kepala, dan gangguan penglihatan.

Pada dasarnnya penyakit satu ini ada dua jenis, yaitu bronkitis akut dan kronis. Bronkitis akut ini terjadi karena gangguan umum di bagian sistem pernapasan dan biasanya menimbulkan dampak yang serius. Jenis bronkitis ini biasanya menyerang pada anak-anak. Sedangkan bronkitis kronis dampaknya tidak membahayakan. Tidak sampai mengganggu fungsi paru-paru dan organ yang ada di sekitarnya.

Dengan mengenal gejala dan penyebab bronkitis pada anak maupun orang dewasa, maka cara untuk mengatasinya jauh lebih mudah. Bisa melakukan beberapa hal. Untuk bronkitis akut bisa dengan banyak minum cairan, sering beristirahat, hindari polusi udara, berikan inhalasi di saluran pernapasan. Sedangkan bagi yang mengalami bronkitis kronis, bisa ditangani dengan segera berkonsultasi kepada dokter atau ahli kesehatan. Hal ini penting agar mendapatkan tindak lanjut yang terkait dengan keluhan penyakit yang dirasakan.

Itulah gejala dan penyebab bronkitis yang saat ini sering terjadi baik pada anak maupun orang dewasa. Informasi ini bisa didapatkan di futuready yang selalu update perihal berita kesehatan dan berbagai macam tips kesehatan. Hanya di futuready yang memberikan ulasan informasi terbaik dan terpercaya.

Selasa, 01 Desember 2015

Pangkostrad Bikin Penghuni Rutan Salemba Menangis

Panglima Kostrad Letnan Jenderal Edy Rahmayadi memberikan ceramah mengenai wawasan kebangsaan di hadapan ratusan narapidana
Panglima Kostrad Letnan Jenderal Edy Rahmayadi memberikan ceramah mengenai wawasan kebangsaan
Jakarta – Panglima Komando Strategis Angkatan Darat Letnan Jenderal Edy Rahmayadi memberikan ceramah mengenai wawasan kebangsaan di hadapan ratusan narapidana penghuni Rumah Tahanan Kelas 1 Salemba, Rabu, 30 Desember 2015.

Dalam ceramahnya, Edy memutarkan sebuah video yang menggambarkan percakapan seorang bayi dengan Tuhan ketika si bayi diturunkan ke dunia. Bayi tersebut tampak enggan diturunkan ke bumi sampai Tuhan menjamin bahwa di dunia nanti akan ada malaikat yang menjaga bayi tersebut bernama ibu.

Edy juga memutarkan video tentang seorang anak laki-laki yang memarahi ayahnya yang bertanya berulang-ulang mengenai burung apa yang sedang berada di depan pandangan mata mereka. Kemudian diketahui itu adalah burung gereja.

Sang ayah lantas memberikan sebuah buku yang berisi catatan hariannya saat ia menjawab pertanyaan sang anak selama 21 kali ketika anaknya menanyakan burung yang hinggap di depan mereka.

Sontak, video tersebut membuat beberapa narapidana yang hadir memakai baju berwarna putih menitikkan air mata. “Dalam bela negara yang pertama adalah kasih sayang terhadap orang tua,” ucapnya.

Kehadiran Pangkostrad di Rutan Salemba bertujuan memberikan wawasan kebangsaan dan bela negara kepada para narapidana dan petugas di lembaga pemasyarakatan. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM I Wayan Dusak turut hadir dalam acara tersebut.

Pegawai Lapas Banjar Ikut Asean Prisons Track And Field 2015

Kepala Subsi Pembinaan Lapas Banjar, Rizki Mauli Siregar,
Kepala Subsi Pembinaan Lapas Banjar, Rizki Mauli Siregar
Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kepala Subsi Pembinaan Lapas Banjar, Rizki Mauli Siregar, ikut serta dalam The 19th Asean Prisons Track and Filed 2015 yang diselenggarakan di Stadion Jakabaring Palembang, 30 November – 2 Desember 2015.
“Saya bangga salah satu pegawai Lapas Banjar ikut serta dalam kejuaraan internasional. Kami semua mendukung dan mendoakan agar Rizki selalu sehat, dapat meraih juara, dan bisa mengharumkan nama bangsa,” ujar Kepala Lapas Banjar, Ika Yusanti pada HR Online, Minggu (29/11/2015).
Sebelum dipilih untuk ikut lomba diajang tersebut, Rizki terlebih dulu harus lolos seleksi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada bulan September lalu.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, pria asal Padang Sidempuan Sumatera Utara ini, mengikuti pemusatan latihan di Stadion Rawamangun, Jakarta. Selama 2 bulan Rizki dan atlet lainnya, berlatih dibawah bimbingan pelatih dari KONI.
Selaku pimpinan, Ika memberikan dukungan penuh kepada Rizki. Rizki pun sudah mendapat restu dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut.
“Kakanwil sangat mendorong dan akan hadir pada upacara pembukan Senin (30/11/2015) di Palembang. Kehadiran Kakanwil merupakan bentuk dukungan kepada Rizki,” kata Ika.
Pria lulusan AKIP ini, sebelum menjadi pegawai Lapas Banjar, ternyata pernah bergabung menjadi anggota tim sepakbola PSMS Medan, dan telah banyak meraih prestasi.(Hermanto/R5/HR-Online)
Sumber : harapanrakyat.com

Selasa, 24 November 2015

Penyebab Ruam Popok Pada Bayi

     Ruam popok adalah peradangan pada kulit bayi yang tertutup oleh popok, seperti bokong. Awalnya ruam ini ditandai dengan kemunculan kulit kemerahan pada bokong bayi. Hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya reaksi kulit terhadap tinja dan juga urin yang berada didalam popok. Hampir semua bayi pernah mengalami masalah ini. Namun pada dasarnya hal ini tidak berbahaya, akan tetapi bisa mengganggu kenyamanan sehingga bayi anda cenderung rewel.
 

 
       Pemilihan popok yang tepat sering kali menjadi masalah tersendiri bagi para orang tua. Hal ini dikarenakan popok sekali pakai dan popok kain memiliki keunggulan serta kekurangan masing-masing. Seperti halnya popok sekali pakai, para orang tua harus mengganti popok setiap kali bayi buang air kecil ataupun besar sehingga memerlukan banyak biaya. Sedangkan untuk popok kain para orang tua harus memiliki siklus pencucian yang tepat dan persediaan yang cukup. Meskipun demikian penggunaan popok kain bisa lebih hemat dari pada popok sekali pakai.

     Banyak penyebab ruam popok pada bayi yang harus anda ketahui. Jika anda mengetahui penyebabnya, maka anda bisa menghindari terjadinya ruam pada kulit sikecil. Adapun penyebabnya yaitu.
1.    Kontak yang terlalu lama dengan urin dan tinja
Urin dan tinja mengandung banyak bakteri yang bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi. Oleh sebab itu jangan terlalu lama untuk mengganti popok karena bisa menyebabkan ruam
2.    Gesekan dan lecet
Hal ini bisa disebabkan oleh para orang tua yang terlalu ketat ketika memakaikan popok pada bayi. Sehingga kulit bayi akan mudah iritasi karena adanya gesekan dengan popok.
3.    Pengaruh jenis makanan
Struktur tinja serta frekuensi buang air besar pada bayi akan berubah ketika dia sudah mengonsumsi berbagai makanan padat. Perubahan inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya iritasi kulit.
4.    Infeksi bakteri atau jamur
Kulit yang tertutup oleh popok cenderung lebih lembab dan hangat. Hal inilah yang akan menyebabkan tumbuhnya bakteri dan juga jamur.

Nah itulah beberapa penyebab guam popok pada bayi yang harus anda ketahui. Untuk mencegah terjadinya ruam, anda bisa menggunakan Zwitsal Baby yang telah teruji secara klinis mampu melindungi kulit sikecil dari gangguan iritasi. Selain itu, Zwitsal Baby juga bisa anda dapatkan dengan harga yang terjangkau namun dengan kualitas nomer satu di Indonesia.

Senin, 09 November 2015

Kepala Rutan Krui Siap Kerja Sama dengan Media

Lampung – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Mulyoko, menyatakan siap menjalin komunikasi dan kerja sama dengan media massa selama bertugas di daerah itu.

Hal tersebut disampaikan Mulyoko pada serah terima jabatan Kepala Rutan Krui yang sebelumnya dijabat Fajar Nur Cahyono di Aula Rutan Krui, Sabtu (7/11).
Mulyoko sebelumnya menjabat sebagai Karutan Klas IIB Klungkung, Denpasar Bali. Sedang Fajar Nur Cahyono berpindah tugas menjadi Kepala Rutan Klas IIB Blora, Jawa Tengah.
“Saya sudah diajak keliling Rutan Krui. Terlihat bahwa pimpinan Rutan sebelumnya berhasil menjalankan organisasi dengan baik,” ujar Mulyoko seraya berjanji melanjutkan program sebelumnya agar Rutan Krui lebih baik lagi.
Mulyoko yang sudah memboyong keluarganya di tempat baru, meminta media massa bisa bekerja sama memberikan informasi positif tentang Rutan Krui dan masyarakat Pesisir Barat.
Sementara Fajar Nur Cahyono, menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf atas nama pribadi dan keluarga selama dua tahun lima bulan menjalankan tugas di Rutan Krui, tentu masih cukup banyak program program yang belum bisa terpenuhi.
“Selama saya di Rutan Krui ini, banyak hal yang bisa saya petik, dan akan dijadikan sebagai pedoman untuk melangkah ke depan agar lebih baik lagi. Selamat bergabung Karutan yang baru. Saya percaya, pegawai di Rutan Krui ini bisa membantu menjalankan tugas yang diembankan,” ujar Fajar.
Serah terima jabatan dan pisah sambut tersebut disaksikan Kadivpas Kanwilkumham Giri Purbadi, mewakili Kepala Kanwilkumham Provinsi Lampung. Juga tampak hadir, Asisten III Bidang Administrasi Edy mukhtar, mewakilkan Penjabat Bupati Pesisir Barat, Kapolsek Pesisir Tengah Kompol.Sugianto, Kacabjari Krui Sulisyadi, Karutan Kota Agung Nopri, Kalapas Kota Agung Riyandi, Karutan Sukadana Teguh Hartaya.
Giri Purbadi, menyampaikan bahwa Karutan sebelumnya, sudah menjalankan tugas dengan baik. Diharapkan Karutan yang baru bisa melanjutkan program yang ada.
Saat ini, jumlah tahanan dan narapidana Rutan Klas IIB Krui, sebanyak 127 orang dengan rincian tahanan pria sebanyak 59, tahan perempuan 5 orang dan narapidana pria 63 orang.
“Mengabdi di Rutan cukup banyak menghadapi kesulitan karena masyarakat yang di dalam Rutan ini adalah masyarakat yang memiliki permasalahan hukum. Seperti pada catatan silam, rutan Krui memiliki hal yang negatif. Dari itu kasus yang lama tersebut jangan sampai terulang kembali,” ujar Giri.
(eva/mfn)
sumber: http://harianlampung.com/