Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah. "Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"
Tampilkan postingan dengan label CERITA INSPIRATIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA INSPIRATIF. Tampilkan semua postingan
Selasa, 21 Mei 2013
Keseimbangan hidup
Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah. "Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"
Kamis, 18 April 2013
KISAH PETANI JAGUNG
Kisah Petani Jagung, yang di cuplikan dari Fiksi buku Sepatu Terakhir. Novel Inspiratif terbaru 2013 dari Republika.
Ayah adalah tipe pebisnis yang membuatku tak habis pikir. Jika kebanyakan orang berbisnis, tak ingin membagi resep rahasia, ataupun ilmu utamanya, Ayah justru sebaliknya. Ayah tak pernah pelit untuk berbagi ilmu, dari sekian pegawai yang dimilikinya, semuanya diajarinya untuk membuat sepatu. Tak ada satupun ilmu yang ia sembunyikan. Tak hanya itu, didorongnya mereka untuk lepas dan mandiri dari ayah.
Selasa, 09 April 2013
5 PRINSIP HIDUP YANG BISA MEMBUAT ANDA SELALU TENANG DALAM MENJALANI KEHIDUPAN
"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau
tentang aku?"
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis
dan berkata kepada cucunya,
"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada
yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai".
"Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu
besar nanti" ujar si nenek lagi.
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan
bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa
dari pensil yang nenek pakai.
"Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan
pensil yang lainnya." Ujar si cucu
Sabtu, 16 Maret 2013
KISAH SANG RAJA
Alkisah, di sebuah kerajaan, sang raja ,memiliki kegemaran berburu. Suatu hari, ditemani penasehat dan pengawalnya
raja pergi berburu ke hutan.Karena kurang hati-hati, terjadilah kecelakaan, jari kelingking raja terpotong oleh pisau yang sangat tajam.Raja bersedih dan meminta pendapat dari seorang penasihatnya.Sang penasehat mencoba menghibur dengan kata-kata manis, tapi raja tetap sedih.
Karena tidak tahu lagi apa yang mesti diucapkan untuk menghibur raja, akhirnya penasehat itu berkata: ‘Baginda, FAN SHI GAN JI, apa pun yang terjadi patut disyukuri ‘.mendengar ucapan penasehatnya itu sang raja langsung marah besar.
raja pergi berburu ke hutan.Karena kurang hati-hati, terjadilah kecelakaan, jari kelingking raja terpotong oleh pisau yang sangat tajam.Raja bersedih dan meminta pendapat dari seorang penasihatnya.Sang penasehat mencoba menghibur dengan kata-kata manis, tapi raja tetap sedih.
Karena tidak tahu lagi apa yang mesti diucapkan untuk menghibur raja, akhirnya penasehat itu berkata: ‘Baginda, FAN SHI GAN JI, apa pun yang terjadi patut disyukuri ‘.mendengar ucapan penasehatnya itu sang raja langsung marah besar.
Rabu, 13 Maret 2013
Sirup atau Gula Pasir ?
Tak ada yang lebih gusar melebihi makhluk Tuhan yang
bernama gula pasir. Pemanis alami dari olahan tumbuhan tebu ini membandingkan
dirinya dengan makhluk sejenisnya yang bernama sirup.
Masalahnya sederhana. Gula pasir merasa
kalau selama ini dirinya tidak dihargai manusia. Dimanfaatkan, tapi dilupakan
begitu saja. Walau ia sudah mengorbankan diri untuk memaniskan teh panas, tapi
manusia tidak menyebut-nyebut dirinya dalam campuran teh dan gula itu. Manusia
cuma menyebut, "Ini teh manis." Bukan teh gula. Apalagi teh gula
pasir.
Begitu pun ketika gula pasir dicampur dengan kopi panas.
Tak ada yang mengatakan campuran itu dengan kopi gula pasir. Melainkan, kopi
manis. Hal yang sama ia alami ketika dirinya dicampur berbagai adonan kue dan
roti. Gula pasir merasa kalau dirinya cuma dibutuhkan, tapi kemudian dilupakan.
Cerita Motivasi Kerja : Kisah Si Penebang Pohon
Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.
Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.
10 RIBU RUPIAH MEMBUAT ANDA MENGERTI CARA BERSYUKUR
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"
Kisah Atlet Inspiratif dan Ayahnya...
Ini Kisah Nyata, kami cuplikkan dari Novel Inspiratif Sepatu Terakhir..
Enam
puluh lima ribu pasang mata hadir di stadion itu. Semua hendak menyaksikan
event atletik besar di ajang olahraga terbesar seplanet bumi.
Nama
lelaki itu Derek Redmond, seorang atlet pelari olimpiade asal Inggris. Impian
terbesarnya ialah mendapatkan sebuah medali olimpiade, -apapun medalinya-.
Derek sebenarnya sudah ikut di ajang olimpiade sebelumnya, tahun 1988 di Korea.
Namun sayang beberapa saat sebelum bertanding, ia cedera sehingga tak bisa ikut
berlomba. Mau tak mau, olimpiade ini, adalah kesempatan terbaiknya untuk
mewujudkan mimpinya. Ini adalah hari pembuktiannya, untuk mendapatkan medali di
nomor lari 400 meter. Karena ia dan ayahnya sudah berlatih sangat keras untuk
ini.
Suara pistol menanda dimulainya perlombaan.
Latihan keras yang dijalani Derek Redmond, membuatnya segera unggul melampaui
lawan-lawannya. Dengan cepat ia sudah memimpin hingga meter ke 225. Berarti
kurang 175 meter lagi. Ya, kurang sebentar lagi ia kan mendapatkan medali yang
diimpikannya selama ini.Kamis, 21 Februari 2013
DUA SAHABAT
Sebut saja Udin dan Amir. Kedua
pemuda ini tumbuh seperti anak-anak seusianya. Dalam hal semangat, keduanya
hampir memiliki kesamaan yaitu sama-sama mempunyai hasrat ingin sukses. Namun
mereka mempunyai cara-cara yang berbeda dalam meraih suksesnya. Ketika dalam
belajar disebutkan bahwa hanya orang yang bekerja keraslah yang akan meraih
kesuksesan hidup di dunia maka keduanya menyimpan motto tersebut dalam memori
dan mencoba menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Udin dan Amir mencoba
menerapkan konsep kerja keras nya itu. Kedua pemuda ini mulai mengawali perjalanan
hidupnya dengan bekerja menjadi karyawan seorang pengrajin besi. Keduanya
bekerja di tempat yang berbeda-beda mengingat bos nya memiliki banyak cabang.
Upahnya perhari sesuai dengan besi yang berhasil ia tempa menjadi sebuah barang
seperti pisau, golok, atau cangkul.
Langganan:
Postingan (Atom)






