Rabu, 13 Maret 2013

Kisah Atlet Inspiratif dan Ayahnya...


Ini Kisah Nyata, kami cuplikkan dari Novel Inspiratif Sepatu Terakhir..

Enam puluh lima ribu pasang mata hadir di stadion itu. Semua hendak menyaksikan event atletik besar di ajang olahraga terbesar seplanet bumi.
Nama lelaki itu Derek Redmond, seorang atlet pelari olimpiade asal Inggris. Impian terbesarnya ialah mendapatkan sebuah medali olimpiade, -apapun medalinya-. Derek sebenarnya sudah ikut di ajang olimpiade sebelumnya, tahun 1988 di Korea. Namun sayang beberapa saat sebelum bertanding, ia cedera sehingga tak bisa ikut berlomba. Mau tak mau, olimpiade ini, adalah kesempatan terbaiknya untuk mewujudkan mimpinya. Ini adalah hari pembuktiannya, untuk mendapatkan medali di nomor lari 400 meter. Karena ia dan ayahnya sudah berlatih sangat keras untuk ini.
Suara pistol menanda dimulainya perlombaan. Latihan keras yang dijalani Derek Redmond, membuatnya segera unggul melampaui lawan-lawannya. Dengan cepat ia sudah memimpin hingga meter ke 225. Berarti kurang 175 meter lagi. Ya, kurang sebentar lagi ia kan mendapatkan medali yang diimpikannya selama ini.

Selasa, 12 Maret 2013

Sabtu-Minggu, Ditjen PAS Laksanakan BIMTEK Wasinternal


Jakarta, INFO_PAS.  Hari Sabtu-Minggu yang biasa dipakai sebagai hari libur oleh sebagian besar Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun pegawai di Jajaran Pemasyarakatan terus beraktifitas. 

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) Pengawasan Internal (wasinternal) bagi para 33 Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) se-Indonesia dan 40 pejabat struktural dilingkungan Ditjen PAS pada 16-17 Februari 2013.
Direktur Bina Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Ditjen PAS, Wibowo Joko Harjono menyampaikan bahwa tujuan bimtek ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengawasan internal khususnya dalam pelaksanaan optimalisasi penegakan kode etik dan pengawasan internal dilingkungan kantor pusat Ditjen PAS, Divisi PAS serta di lingkungan UPT Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. 

Minggu, 10 Maret 2013

Acara Reuni Alumni AKIP XXXIX Berlangsung Meriah

Bogor 10/03/13 Acara SIlaturahmi / Reuni Alumni AKIP XXXIX di Villa Andarun jln. bumi citeko,bogor berlangsung meriah, dengan di hadiri lebih dari 30 Orang dengan membawa keluarga dan anak anaknya.

Acara yang dipandu Mc Nova Roza Marpaung ini dimulai jam 07.00 malam dengan diiringi terlebih dahulu alunan orgen tunggal setempat, dilanjutkan dengan kata sambutan ketua Panitia Fahmi Rezatya S yang antara lain memaparkan latar belakang diadakannya acara ini antara lain untuk mempererat silaturahmi dan Laporan keuangan serta Proggres kedepan Alumni AKIP XXXIX

Acara dilanjutkan oleh Saudara Eko Ariwibowo yang menyampaikan beberapa hal secara teknis pelaksanaan Reuni Alumni AKIP XXXIX Part 2 yang rencana nya akan dilaksanakan pada 3 tahun yang akan dating di Jawa Timur.

Setelah pembahasan yang cukup lama dilanjutkan dengan menonton bersama video kenangan Alumni AKIP XXXIX pada waktu masa pendidikan. Ada kenangan terlintas kembali waktu menonton video itu. Sehingga sorak sorak ramai teriakan Alumni AKIP XXXIX waktu menontonnya.
Acara dilanjutkan dengan hiburan orgen tunggal diaman setiap Alumni AKIP XXXIX menyanyikan lagu hingga tengah malam. (dav) 


Kamis, 07 Maret 2013

Latar Belakang berdirinya Akademi Ilmu Pemasyarakatan


Berdasarkan 2 (dua ) peristiwa di bidang Hukum Nasional :
1. Tanggal 5 JULI 1963 
Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa kpd SAHARJO, SH, Menteri Kehakiman menyatakan bahwa, pemasyarakatan adalah Tujuan pidana penjara ditetapkan menjadi penyuluh bagi petugas dalam memperlakukan narapidana
2. Tanggal 27 April 1964
yakni dimulainya Konferensi Nasional Kepenjaraan di Lembang Bandung menetapkan :
Perubahan sistem perlakuan terhadap narapidana di Indonesia dari sistem kepenjaraan ke Sistem Pemasyarakatan
Pemasyarakatan bukan hanya sekedar tujuan pidana penjara, melainkan sebagai suatu proses yang bertujuan pemulihan kesatuan kembali hubungan (integritas/integriteit) kehidupan dan penghidupan, yang terjalin antara individu terpidana dan masyarakat, menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
Dalam rangka misi pemasyarakatan seterusnya, maka secepat mungkin didirikan Akademi Ilmu Pemasyarakatan.
sumber : AKIP